Rabu, 25 November 2009

Mau Ke Perumahan Mangun Jaya 1 / 2 Atau Perumahan Griya Persada?

Yang perlu diingat bila hendak ke Perumahan Mangun Jaya 1 / 2 adalah Anda harus terlebih dahulu mencapai Bulak Kapal -Bekasi Timur darimana pun Anda berasal.
Dari Bulak Kapal naik Angkot berikut ini Koasi K16B Villa Bekasi atau K16C.
Dari sana Koasi itu melewati ke kedua perumahan tersebut.
Perumahan Mangun Jaya 2 terlebih dahulu dilewati baru kemudian Perumahan Mangun Jaya 1 untuk kemudian Perumahan Griya Persada.
selamat jalan-jalan

Rabu, 07 Oktober 2009

PERUMAHAN PAPAN MAS TAMBUN

Anda mau pergi ke Perumahan Papan Mas Tambun?
Letak perumahan ini dekat sekali dengan stasiun kereta api Tambun.
Bila Anda pergi ke sana naik angkutan umum, berikut alternatif menuju ke sana.

1. Kereta Api.
  • Dari Stasiun Jakarta Kota Naik KRD Jurusan Cikarang, Cikampek, Purwakarta. Jam Berangkat Kereta silahkan datang ke stasiun yang dilalui kereta ini. Stasiun yang dilalui kereta ini dari Stasiun Jakarta Kota adalah : Stasiun Kampung Banda, Stasiun Kemayoran, Stasiun Senen, Stasiun Kramat Sentiong, Stasiun Pondok Jati (salemba tengah/percetakan negara), Stasiun Jatinegara, Stasiun Kelender, Stasiun Buaran, Stasiun Kelender Baru, Stasiun Cakung, Stasiun Bekasi dan Stasiun Tambun. Turun di Stasiun Tambun, dan dari sana bisa jalan kaki (lumayan pegal), naik ojeg atau naik angkot nomor K 16 A.
  • Dari Stasiun Jakarta Kota Naik KRL Ekonomi/Express Jurusan Stasiun Bekasi dengan melewati stasiun seperti tersebut di atas (bedanya ekonomi dan express adalah bila ekonomi setiap stasiun berhenti sedangkan express hanya di stasiun tertentu saja). Turun di Stasiun Bekasi. Dari Stasiun Bekasi naik angkot Elf dan bilang saja turun di Pasar Tambun. Anda akan diturunkan di Pasar Tambun. Dari Pasar Tambun bisa naik ojeg, jalan kaki atau naik angkot nomor K 16 A (letak pasar dan stasiun Tambun tidak jauh).

2. Bus Kota.

  • Dari Senen - Salemba - Matraman - Jatinegara naik Bus Mayasari Bhakti nomor P 9A (non AC) atau Patas AC 24 jurusan Bekasi (Lewat Tol Bekasi Timur) lalu turun di Bulak Kapal.
  • Dari Blok M naik Bus Mayasari Bhakti nomor P 27 (non AC) atau Patas AC 05 jurusan Bekasi (Lewat Tol Bekasi Timur) lalu turun di Bulak Kapal.
  • Dari Mangga Dua - Kemayoran - Cempaka Putih naik Bus Mayasari Bhakti nomor P 58 (non AC) jurusan Bekasi (Lewat Tol Bekasi Timur) lalu turun di Bulak Kapal.
  • Dari Grogol naik Bus Mayasari Bhakti nomor Patas AC 26 jurusan Bekasi (Lewat Tol Bekasi Timur) lalu turun di Bulak Kapal.
  • Dari Bulak Kapal naik angkot K 16 A sampai ke perumahan Papan Mas Tambun. Lewat Tol Bekasi Timur sangat memudahkan dalam transportasi ketimbang harus lewat Tol Bekasi Barat karena harus ke terminal dahulu dan jalan yang dilaluinya sering mengalami kemacetan.

Untuk pemberangkatan lain, menyusul ya.....

Kamis, 01 Oktober 2009

DUKA BUAT GEMPA PADANG PARIAMAN

dengan hati yang berduka dan terluka
kuberdo'a buat saudara-saudaraku
yang tertimpa musibah gempa
semoga ALLAH SWT memberikan
kesabaran
kekuatan
kemuliaan
atas musibah yang menimpa kalian
semoga ALLAH SWT memberikan
pahala
ganti atas kehilangan di dunia ini
dengan berlipat-lipat
di dunia dan akhirat
aaammiiiinnnn...

SEKILAS TAMBUN

Tambun, seperti daerah lain di Bekasi adalah wilayah yang sangat ruwet dan macet. Tahun 1997, saat pertama kali pindah ke daerah ini kemacetan sudah terjadi. Namun dahulu bisa dimaklum karena kondisi jalan saat itu masih belum layak. Jalan berlubang di sana-sini. Bila musim hujan datang, jalan itu berubah menjadi kubangan kerbau. Tak sedikit motor yang terperosok di dalamnya. Namun bila musim kemarau, jalan itu menjadi penghasil debu terbesar. Sangat menyesakkan dada dan memerihkan mata.
Tapi saat ini, dengan kondisi jalan yang lebih bagus karena sebagian jalan sudah dibeton, kemacetan masih saja terjadi. Bahkan sangat parah. Ternyata kemacetan yang terjadi sejak dahulu sampai sekarang bukan disebabkan oleh kondisi jalan, tetapi oleh si pemakai jalan sendiri terutama oleh angkot-angkot yang menguasai jalan di Tambun. Boleh dibilang, angkotlah penguasa jalan di Tambun dan sekitarnya.
Supir angkot itu seenaknya saja menjalankan kendaraannya. Berhenti seenaknya dan tiba-tiba. Ngetem berlama-lama. Aku sendiri pernah hampir menabrak angkot gara-gara angkot yang ada di depanku tiba-tiba saja berhenti. Namun bila dikomplain, lebih galak dia.
Berbagi jalan dengan angkot di Tambun memang butuh kesabaran ekstra. Kepala dan hati harus tetap dingin. Misuh-misuh boleh saja. Pencet klakson kenceng-kenceng monggo wae, tetapi jangan sampai beradu otot. Nggak level - kata Catherin Wilson.
Intinya bila jalan terhalang, cari jalan lain atau pencet klakson kenceng-kenceng. Bersitegang? Kalah jumlah dan kalah emosi. Karena mereka sudah emosian sepanjang hari.
Tetapi sungguhpun begitu, aku senang tinggal di Tambun. Bukannya tidak ingin pindah dari sana, tetapi belum punya duit buat beli rumah yang baru di tempat lain.
Tambun...I Love You.....saiki